Hadapi Libur Panjang Pergantian Tahun, XL Axiata Siapkan Jaringan

Hadapi Libur Panjang Pergantian Tahun, XL Axiata Siapkan Jaringan

Jakarta, Selular.ID – Guna melayani pelanggan yang akan merayakan Hari Natal dan pergantian tahun, XL Axiata telah memastikan kesiapan jaringan menghadapi kemungkinan lonjakan trafik di semua layanan. Pada tahun-tahun sebelumnya, di sepanjang libur akhir tahun di mana kedua hari besar tersebut berada, trafik layanan, terutama data selalu meningkat secara signifikan.

Pada dua tahun terakhir, trafik data meningkat hingga 15 %. Tahun ini, meskipun masih dalam kondisi pandemi dan adanya pengurangan hari libur bersama, XL Axiata memperkirakan tetap akan ada peningkatan trafik data sekitar 10 % dibandingkan hari biasa.

Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, “Untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan yang terbaik, kami tetap menyiapkan jaringan seperti di saat kondisi normal sebelum pandemi. Kapasitas jaringan yang kami sediakan sebesar 2x. Kami perkirakan trafik data berpotensi naik meski masyarakat tidak bisa merayakan Natal dan pergantian tahun secara leluasa. Masyarakat akan tetap merayakannya secara virtual, termasuk umat Nasrani akan melalukan misa Natal dan bersilaturahmi secara streaming. Begitu juga untuk mengisi libur panjang hingga akhir tahun, selain bepergian, masyarakat luas kemungkinan akan mengisi masa libur panjang dengan berbagai aktivitas digital karena harus membatasi keluar rumah,”

Lokasi-lokasi tujuan wisata tetap mendapatkan perhatian khusus tim XL Axiata, demikian juga dengan jalur mudik utama, terutama jalan Tol Trans Jawa dan Sumatera, serta jalur utama kereta api. Untuk itu, tim XL Axiata telah melaksanakan uji jaringan melalui semua jalur transportasi tersebut pada bulan November – Desember 2020 untuk memastikan semua jaringan telah siap.

Untuk jalan tol, uji jaringan dilaksanakan pada ruas Jakarta – Surabaya, Jakarta – Bandung, Surabaya – Malang, Surabaya – Probolinggo, Jakarta – Bakaheuni, serta Bakaheuni – Palembang. Sementara itu untuk jalur kereta, pengujian dilakukan di jalur Jakarta – Semarang – Surabaya, Jakarta – Yogyakarta – Surabaya, Surabaya – Banyuwangi, dan Surabaya – Bandung.

Hasil dari uji jaringan di jalur transportasi utama tersebut menunjukkan kualitas jaringan XL Axiata yang cukup baik, yaitu _diatas 95 % telah terlayani oleh jaringan 4G dan 93 % bersinyal kuat.

Selain itu, persiapan lain berupa pengerahan tidak kurang dari 30 unit mobile BTS (MBTS) di berbagai titik lokasi yang membutuhkan dukungan penguatan kualitas sinyal, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Titik-titik lokasi yang dimaksud antara lain meliputi jalur transportasi utama, lokasi tujuan wisata, pusat keramaian, hingga terminal bus, stasiun kereta, serta bandar udara. Secara umum, ada sedikitnya 104 lokasi wisata yang menjadi perhatian tim XL Axiata, yang berpotensi terjadi peningkatan trafik.

“Selain lokasi tujuan wisata dan jalur transportasi, XL Axiata juga tetap memberikan perhatian penuh pada kualitas jaringan di area pemukiman. Bagaimana pun juga, selama masa pandemi trafik di area pemukiman masih terus tinggi. Hal ini tentu tidak terlepas dari aktivitas pelanggan dan masyarakat yang memang masih dilakukan dari rumah guna menghindari paparan covid-19. Kami akan bekerja keras menjaga performa jaringan agar pelanggan bisa mendapatkan layanan XL Axiata secara maksimal selama mengisi libur panjang akhir tahun, baik mereka yang ada di perjalanan maupun yang tetap di rumah saja,” tutur I Gede Darmayusa

Selama masa krusial tersebut, tim XL Axiata akan terus bersiap memastikan semua jaringan aman. Pemantauan akan dilakukan melalui melalui pusat monitoring jaringan yang berada di XL Axiata Tower, maupun langsung di lapangan. Sejumlah langkah antisipasi guna menghadapi kondisi darurat juga telah disiapkan mengingat menjelang akhir tahun ini curah hujan mulai meningkat dan telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di berbagai daerah. Langkah antisipasi tersebut antara lain berupa menyiapkan genset lengkap dengan bahan bakarnya di area-area rawan bencana, serta kesiapan melakukan rekayasa pengalihan jaringan di area yang terganggu ke jaringan yang ada di sekitarnya.

Source link